Awalnya Hobi, Kini Miniatur Sepeda Motornya Sudah Tembus Luar Negeri

18
0
SHARE

Awalnya Hobi, Kini Miniatur Sepeda Motornya Sudah Tembus Luar Negeri

Agit Sasongko memiliki hobi kreatif. Pria 46 tahun ini membuat miniatur sepeda motor. Dari hobinya itu ternyata mendulang pundi-pundi uang. Bahkan kini dia kewalahan melayani banyaknya pesanan miniatur sepeda motor dengan skala 1:12 ini. Seperti apa?

TIDAK sulit mencari rumah Agit Sasongko di Jalan Tlogotirto 702 Pancuran, Tingkir, Salatiga. Rumahnya berada di sebelah barat Pasar Blauran, dan masuk lewat Jalan Nyai Kopek. Rumah Agit tidak berbeda dengan rumah lainnya di sekitarnya. Hanya saja, saat kita masuk, di samping kanan ruang tamu akan terlihat berjajar belasan miniatur sepeda motor di rak kaca. Di bawahnya, terlihat meja kursi dan berbagai perangkat kerja.

Miniatur motor yang terlihat memang kebanyakan jenis klasik. Antara lain, Honda C70, Honda CB100, Honda C50, Yamaha RX King dan motor custom modifikasi. Bahan utama miniatur buatannya adalah timah gulung yang mencapai 80 persen. Sisanya spon dan kawat. ”Saya memang berusaha membuat dengan detail serupa dengan motor aslinya. Termasuk ukurannya,” tutur alumni SMA Dharma Putra ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menyebutkan, jika kegiatannya ini berawal dari hobi. Awalnya, ia hanya membuat miniatur dengan bahan korek gas pada 2012-an. Ia kemudian belajar dan mencoba membuat miniatur dengan bahan lain yang bisa semirip motor aslinya. Berhasil membuat, ia kemudian mengunggah hasil karyanya itu di media sosial. Awalnya, memang ukurannya belum diperhatikan. Hingga akhirnya dia melihat di diecast bahwa
skala 1:12 merupakan produk terlaris.

Agit mengaku bisa memproduksi satu unit miniatur dalam waktu 2-3 hari. Dengan banyaknya pesanan motor klasik, memang ia belum banyak waktu untuk mencari model lainnya. ”Yang paling susah membuat kerangka motor, karena harus presisi. Jika tidak, maka bentuk akhirnya akan lucu dan gagal,” ujar dia.

Meski banyak pesanan, ia belum mencari tenaga tambahan. Beberapa kali ada tenaga yang mau bekerja, namun mrotol di tengah jalan lantaran tidak betah melihat kerumitan pekerjaan. Akhirnya, ia mendapatkan bantuan justru dari istri tercinta.
Kini produknya tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan sudah ada pesanan dari Thailand. Ia mematok harga Rp 300 ribu per unit. Sementara motor custom atau pesanan lain akan lebih mahal. Ke depan ia berharap bisa membuka showroom untuk memajang hasil kerajinannya.

Bila Anda Ingin Usaha Anda tanyang di Channel Kami, anda dapat mengirim Video tentang Usaha Anda ke email kami dedjoem@gmail.com atau bagi Anda yang mempunya Usaha di wilayah Kediri, Ngajuk, Blitar atau Tulungagung dan ingin Usaha Anda kami Liput, Anda dapat menghubungi kami di email dedjoem@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here