Ditinggal Zaman, Desa Parigi Penghasil Golok Yang Tetap Eksis

29
0
SHARE

Ditinggal Zaman, Desa Parigi Penghasil Golok Yang Tetap Eksis

Memasuki jaman ‘now’ saat ini, pengguna alat-alat tradisional semakin banyak ditingalkan dan semakin menurun digunakan. Banyak peralatan tradisional ini telah diganti dengan peralatan modern. Namun beda di Kampung Parigi yang terletak di sebelah utara Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Ciseeng. Di Kampung tersebut masih banyak warga yang punya keahlian lain dalam hal pandai besi.

Tak dapat dipungkiri, banyak masyarakat Kampung Parigi memilih bekerja sebagai perajin golok untuk menunjang ekonominya. Meskipun, ada juga yang lebih memilih sebagai petani dan buruh. Hampir di setiap rumah penduduk terdapat bengkel pembuatan golok, parang, arit, dan jenis lainnya. Entah dari mana dimulai, konon kemampuan pandai besi itu diturunkan dari pendahulunya.

Salah satu penduduk di Kampung Parigi yang masih setia menjadi perajin golok adalah Firman yang sudah 10 tahun berprofesi sebagai perajin golok. Ribuan golok sudah dibuatnya. Banyak golok hasil karyanya dikirim ke pasar-pasar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan harga relatif terjangkau, golok buatannya kini dilirik banyak orang.

“Sekali pembakaran, 5 sampai 6 golok saya buat. Paling banyak, sehari bisa buat 25 golok,” ucap Abdullah saat ditemui di bengkel golok miliknya yang ia sendiri tidak mengetahui dengan pasti sejak kapan bengkel goloknya itu ada. Menurutnya, ia hanya meneruskan dari pendahulunya. Lantas, apa yang membuat dirinya masih bertahan menjadi perajin golok?

Dibantu bersama dua karyawannya, Firman mengaku hanya membuat golok berdasarkan pesanan saja. Dengan cara itu, dia dapat menghemat ongkos produksi. Firman membuat golok dalam ukuran kodi dengan harga per satuannya sebesar Rp 20.000. Artinya, jika satu kodi berisi 20 golok, maka dia mendapat Rp 400.000 sekali penjualan.

Firman berharap agar pemerintah bisa membantu para perajin untuk bisa bertahan. Pemerintah cenderung membiarkan perajin berjuang tanpa pendampingan. Mayoritas dari perajin kecil memasarkan hasil kerajinannya di pinggir jalan atau pasar. Adapun perajin yang sudah menembus pasar ekspor lebih memilih berjualan lewat internet atau bekerja sama dengan pengepul di daerah lain.

Walaupun peralatan modern, Firman mengaku pemesanan golok, parang serta peralatan tajam lainnya tidak pernah surut dan setiap harinya selalu menghasilkan target. Terkadang Firman dan pegawainya harus lembur jika pemesanan sangat banyak. Untuk itu, dirinya masih bersyukur hingga kini masih ada peminat golok serta parang . Baginya peralatan yang sudah banyak ditinggalkan orang itu masih bisa menghidupi keluarnya.

Bila Anda Ingin Usaha Anda tanyang di Channel Kami, anda dapat mengirim Video tentang Usaha Anda ke email kami dedjoem@gmail.com atau bagi Anda yang mempunya Usaha di wilayah Kediri, Ngajuk, Blitar atau Tulungagung dan ingin Usaha Anda kami Liput, Anda dapat menghubungi kami di email dedjoem@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here