Usaha Kerajinan Gamelan Jawa Tradisional – Gamelan Nganjuk

575
0
SHARE

Usaha Kerajinan Gamelan Jawa Tradisional – Gamelan Nganjuk. Di tengah ketatnya persaingan dengan dunia hiburan modern, pengrajin gamelan di Nganjuk masih terus bertahan. Salah satunya seperti yang dilakukan Didik Adiono, warga Desa Jatirejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. Bersama puluhan pekerja, Didik tetap eksis membuat berbagai jenis gamelan.

Profesi sebagai perajin alat musik gamelan ini sudah di jalani Didik sejak tahun 1960-an silam. Namun ketatnya persiangan alat musik modern dan melonjaknya harga-harga bahan baku, ternyata kerajinan gamelan ini masih terus bertahan.

Begitu sulitnya memproduksi gamelan ini sehingga untuk menghasilkan satu set gamelan berbahan kuningan, Didik harus bekerja keras selama tiga bulan dengan di bantu sekitar 15 orang karyawan.
Harga untuk tiap set gamelan bervariasi, tergantung bahan yang pakai untuk membuatnya. Seperti bahan besi misalnya, satu set gamelan lengkap di patok harga 60 juta rupiah, sementara gamelan yang berbahan kuningan satu set lengkap harganya mencapai 200 Juta Rupiah dengan keuntungan sekitar 20 hingga 25 Juta Rupiah.

Gencarnya usaha pemerintah dalam melestarikan budaya dan kesenian tradisional, membuat peluang usaha dan pemasaran kerajinan gamelan ini kian terbuka. Seperti maraknya pameran di pusat maupun di berbagai daerah hingga program-program seni tradisional masuk sekolah, membuat permintaan kerajinan gamelan terus antri dan berdatangan.

Di dalam negeri, pasar gamelan meliputi Solo, Jogja, Jakarta, Bali, Kalimantan hingga Nusatenggara. Sementara di luar negeri meliputi Singapura, Jepang dan Amerika. Didik adiono pengrajin gamelan, Jatirejo, Kec. Loceret, Kab. Nganjuk, Jawa Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here