Inilah Mitos di Balik Lagu Nina Bobo

996
0
SHARE

Nina Bobo, berbagai pendapat menyebut asal usul lagu ‘Nina Bobo’. Sebuah lagu yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Konon, lagu itu dapat mengantarkan anak-anak yang mendengar lagu itu agar segera terlelap.

Namun siapa sangka, dibalik kepopuleran lagu pengantar tidur itu terdapat mitos. Berbagai versi cerita bermunculan menuturkan kisah lagu Nina Bobo. Salah satu diantaranya adalah versi Helenina.

Judul lagu Nina Bobo diambil dari nama seorang anak perempuan bernama Helenina Mustika Van Rodjnik. Helenina merupakan anak yang lahir pada tahun 1871, hasil perkawinan antara Kapten Van Rodjnik berkebangsaan belanda dengan ibunya bernama Mustika. Mustika berasal dari Tanah Jawa dan berprofesi sebagai penari.

Singkat cerita, setiap menjelang tidur, Helenina kecil selalu berontak dan menangis. Sang ibu berusaha keras agar putri kesayangannya segera terlelap dalam tidur. Akhirnya, Mustika mendendangkan lirik lagu untuk mengantar anaknya tidur.

Lambat laun, perilaku ini menjadi kebiasaan setiap hari. Sehingga, setiap akan tidur, Helenina harus dinyanyikan terlebih dahulu. Jika tidak dinyanyikan, hampir dipastikan tidak bisa tidur.

Karena kebiasaan ini, Kapten Van Rodjnik meminta kepada istrinya untuk membuat lirik penenang menjelang tidur, supaya Helenina bisa tidur. Maka, dibuatlah lirik Nina Bobo yang hingga sekarang kerap didengar masyarakat. Pada 1875, Helenina sakit parah akibat demam tinggi.

Akibat penyakit itu, Helenina menangis setiap malam. Lantaran sakitnya yang berkepanjangan, si Ibu setiap malam terus-menerus menyanyikan lagu Nina Bobo, supaya anaknya bisa tidur.

Sampai akhirnya, Helenina meninggal di tahun 1878, saat usianya masih 6 tahun. Keluarga Kapten Van Rodjnik sedih. Ibunya tidak bisa menerima kematian anak kesayangannya itu. Sepekan setelah kematiannya, Kapten Van Rodjnik mendengar istrinya menyanyikan lagu Nina Bobo sendiri di kamar mandi.

Suaranya menggema hingga keluar ruangan. Saat ditanya Kapten Van Rodjnik, istrinya mengaku mendengar alamarhum anaknya menangis di kamar mandi. Sehingga, ibunya menyanyikan lagu Nina Bobo.

Sejak peristiwa itu, karena sedih dan merasa kehilangan, ibunya kerap menyanyikan lagu Nina Bobo selama bertahun-tahun, hingga meninggal dunia di tahun 1929. Setelah kematian Mustika dan Helenina, Kapten Van Rodjnik tinggal sendirian di kediamannya.

Sepeninggal kedua orang terdekatnya, konon peristiwa mistis sering menimpa Kapten Van Rodjnik. Beberapa kali, Kapten Van Rodjnik mendengar suara bayi menangis. Namun, dia tidak peduli dan langsung tidur.

Hingga beberapa kali, peristiwa tentang anak kecil menangis terbawa mimpi. Disebut-sebut, tangisan si anak kecil itu adalah Helenina.

Puncaknya pada suatu malam, Kapten Van Rodjnik mendengar tangisan suara anak kecil lagi. Namun, dia tidak peduli dan langsung tidur. Karena diabaikan, Kapten Van Rodjnik dibangunkan oleh tangan anak kecil beumur enam tahun yang menangis.

Diceritakan, anak tersebut membangunkan Kapten Van Rodjnik sambil mengatakan, “Papa…. Kok papa nggak menyanyikan lagu lagi buat Nina?”

Setelah malam itu, pikiran Kapten Van Rodjnik jadi terganggu. Akhirnya, dia selalu menyanyikan lagu Nina Bobo sendirian di kamarnya tiap malam, sampai meninggal.

*diolah dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here