Jaga Kualitas, Pengrajin Topeng di Temanggung Pilih Kayu Kualitas Terbaik

22
0
SHARE

Jaga Kualitas, Pengrajin Topeng di Temanggung Pilih Kayu Kualitas Terbaik

Untuk menjaga kualitas dalam memproduksi topeng kayu, para pengrajin topeng di Kabupaten Temanggung memilih kayu oak sebagai bahan bakunya. Alex Sofyan Solechan, seorang pengrajin topeng kayu dari Desa Tempuran, Klepu Kranggan Temanggung, telah menekuni usaha yang ia beri nama Kondang Yakso tersebut, sejak kecil.

Dalam produksi topeng kayunya, Alex mengaku harus memperhatikan dengan benar bahan jenis baku kayu yang ia gunakan. Ia mengaku selama menekuni produksi topeng kayu ini, telah mencoba berbagai macam kayu, tetapi sejak tahun 1987 ia memutuskan memakai kayu Oak dari Pulau Kalimantan yang dianggapnya mempunyai kualitas yang bagus.

Meskipun kayu Oak ini termasuk jenis kayu lunak, tetapi Alex mengaku kayu tersebut jika digunakan untuk membuat topeng, tidak mudah pecah. Sedangkan kayu-kayu yang akan digunakan tersebut harus dikeringkan selama 1 tahun agar mendapatkan kualitas yang bagus.Dalam memproduksi topeng kayu tersebut, Alex mengaku tidak setiap hari membuatnya, karena dalam menciptakan sebuah seni harus memiliki suasana hati yang bagus atau bisa dikatakan mengerjakan sesuai dengan keinginan dia.

Dalam satu kesempatan, Alex memperkenalkan topeng yang sudah jadi yang diberi nama Rojo Yakso dengan menonjolkan tiga identitas Temanggung, yaitu Gunung Sindoro-Sumbing, daun tembakau, dan juga kepala kuda. Ketiga bagian tersebut menurutnya mempunyai arti masing-masing .

Sindoro-Sumbing, sebagai dua gunung yang terdapat di Temanggung, selanjutnya untuk daun tembakau menggambarkan tentang adanya hasil pertanian yang cukup terkenal dari daerah Temanggung. Untuk kepala kuda menggambarkan adanya kesenian kuda lumping yang sudah terkenal dibandingkan dengan kesenian lainnya.

Selama membuat topeng, Alex tidak hanya melakukan pemasaran di wilayah Kota Temanggung, namun ia juga memasarkan ke luar Pulau Jawa hingga ke luar negeri seperti Mexiko, Jepang, Malaysia, dan juga Jerman.Selanjutnya dalam memasarkan topeng-topeng kayu yang ia produksi, selama ini Alex tidak pernah mematok harga, menurutnya harga-harga tersebut tergantung oleh pembelinya.

Meski demikian selama ini ia mendapatkan harga terendah Rp150.000 hingga harga yang tertinggi yakni Rp3.000.000. Harga tersebut akan berbeda saat dilakukan penjualan di luar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here