Karya Pengrajin Lampion di Gang Sempit Tembus ke Eropa

9
0
SHARE

Karya Pengrajin Lampion di Gang Sempit Tembus ke Eropa

Di Jalan Ir. H. Juanda Gang lima Kota Malang, hampir seluruh warganya pengrajin lampion. Tak heran jika gang sempit ini disebut sebagai Kampung Lampion oleh warga Kota Malang . Tidak tanggung-tanggung hasil karyanya sudah tembus ke Eropa seperti Belanda, Perancis, Italia, dan negara-negara lain yang ada di Benua Biru tersebut.
Salah satunya Hasanudin (35) yang sudah menekuni bisnis kerajinan lampion sejak usia 15 tahun bersama keluarga besarnya. Sebelum memulai bisnis ini, pada saat Hasanudin duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), ia ikut tetangga yang juga sama-sama pengrajin lampion hingga mampu membuka usahanya sendiri.”Dulu ikut orang mas, namanya Pak Anas. Orangnya sudah meninggal, terus saya buka sendiri sama keluarga saya,” ujar Hasanudin.

Karya-karya pengrajin Kampung Lampion sangat diminati oleh warga Eropa. Setiap tahunnya bisa mencapai puluhan ribu kiriman ke Benua Biru tersebut. “Kemarin dua hari yang lalu baru saja export ke Belanda, 2000 lampion. Setiap bulan selalu export ke Eropa mas. Ini tahun depan Imlek pesanan sudah banyak yang masuk,” tutur Hasanudin.

Cerita pengrajin lampion yang sukses hingga karyanya terbang ke Eropa tidak ada campur tangan dari Pemerintah Kota Malang. Hasan dan warga Kampung Lampion ketika menjajakan hasil dari kerjinannya lewat makelar yang datang langsung ke rumah-rumah pengrajin. Lewat makelar karya mereka bisa di export ke Negara-negara tetangga hingga Eropa. Hal ini mewajibkan Pemerintah harus lebih memperhatikan para pengrajin dan memberdayaknnya, selain bisa mensejahterkan juga bisa meningkatkan ekonomi dan nilai export Indonesia ke Benua Biru.

Harga kerajinan lampion yang dibuat Hasanudin sekitar Rp.15.000,00 hingga Rp.3.000.000,00. Tergantung dari bentuk dan bahan yang digunakan. bahan dari rotan bisa di bandrol dengan harga Rp.15.000,00 hingga Rp.100.000,00. Sedangkan bahan dari besi berkisar 500 ribu sampai 3 juta. Menurut Hasan, tahun ke tahun usahanya meningkat terus omsentanya, tidak ada penurunan. Namun ia mengeluhkan bahan dari pembuatan lampion yang terus meningkat dan susah didapatkan. “Saya berharap Pemerintah membantu pengrajin-pengrajin lampion yang ada di Kota Malang khususnya di kampung lampion ini. Agar bahan tidak terus naik dan mudah di dapatkan,” Katanya.

Bila Anda Ingin Usaha Anda tanyang di Channel Kami, anda dapat mengirim Video tentang Usaha Anda ke email kami dedjoem@gmail.com atau bagi Anda yang mempunya Usaha di wilayah Kediri, Ngajuk, Blitar atau Tulungagung dan ingin Usaha Anda kami Liput, Anda dapat menghubungi kami di email dedjoem@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here