Limbah Kulit Kerang dibuat Jadi Kerajinan Unik dan Cantik

288
0
SHARE

Limbah Kulit Kerang dibuat Jadi Kerajinan Unik dan Cantik

Kelompok Balai Sakinah Aisiyah Kemuning di Dukuh Kajongan Kelurahan Muarareja Kota Tegal mampu memanfaatkan limbah kulit kerang menjadi hiasan yang unik, cantik dan menarik. Sehingga, limbah yang awalnya tidak banyak dimanfaatkan tersebut kini memiliki nilai ekonomi.

Ketua kelompok BSA Kemuning Yulia mengatakan, pemanfaatan limbah kulit kerang ini dilakukan oleh ibu-ibu. Berawal dari adanya kegiatan mahasiswa UPS Tegal yang melakukan Kuliah Kerja Nyata di Dukuh Kajongan dan memberikan pelatihan keterampilan dengan memanfaatkan limbah kulit kerang yang kini justru makin berkembang.

“Awalnya ya dari KKN itu, mereka memberikan pelatihan keterampilan dengan memanfaatkan limbah kulit kerang kepada para ibu-ibu di sini. Setelah itu kami mulai mencoba dan mengembangkannya sendiri bersama ibu-ibu di lingkungan RT dan terbentuklah BSA Kemuning yang beranggotakan dua puluh orang,” ujarnya.

Dalam pengolahannya, limbah kulit kerang awalnya dicuci bersih kemudian dikeringkan. Setelah itu dilunakkan dengan menggunakan cairan kimia tertentu, hal ini juga dilakukan agar kulit kerang tersebut awet. Setelah itu barulah kulit kerang dengan berbagai bentuk itu dikreasikan menjadi bros, hiasan cermin, asbak, piring, hiasan bunga tempat tisu, lampion dan berbagai hiasan lainnya.

Yulia mengatakan, saat mengikuti pameran Kreanova yang diselenggarakan oleh Bappeda Kota Tegal ternyata membuat Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja mengetahui keberadaan BSA Kemuning, kemudian Dinas memfasilitasi pelatihan keterampilan limbah kulit kerang di Semarang, Cirebon dan Magelang

“Kami coba-coba berpartisipasi pada pameran kreanova yang diadakan oleh Bappeda Kota Tegal tetapi kami tidak memenangkan apapun, namun setelah itu Dinas Perindustrian dan Tenaga kerja Kota Tegal menjadi tahu bahwa ada sekelompok ibu-ibu di Dukuh Kajongan yang menjadi perajin memanfaatkan limbah kulit kerang. Untuk menambah keahlian serta produk kerajinan semakin bervariasi, cantik dan menarik, Dinas mengikutkan kami pada pelatihan keterampilan pemanfaatan limbah kerang di Semarang, Cirebon dan Magelang,” tuturnya. Produk kerajinan kulit kerang sekarang sudah dipasarkan ke berbagai daerah dan selalu difasilitasi Pemkot Tegal untuk mengikuti pameran baik inakraf maupun kreanova di Jakarta.

“Sekarang hasil produk kerajinan kami sudah dipasarkan ke Jakarta, Jambi, Malang, Semarang, Cirebon dan berbagai daerah-daerah lain. Untuk harga sebuah bros cantik dibandrol Rp 10.000, kotak tisu dan piring dijual Rp 80.000, sedangkan lampion ukuran kecil seharga Rp 400.000 dan lampion ukuran besar dihargai Rp 1.500.000,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here