Mainan Tradisonal Truk Kayu, Masih Diminati Sejumlah Masyarakat di Tengah Maraknya Game Online

8
0
SHARE

Mainan Tradisonal Truk Kayu, Masih Diminati Sejumlah Masyarakat di Tengah Maraknya Game Online

Ditengah canggihnya perkembangan teknologi, khususnya teknologi aplikas game online pada aplikasi Handphone berbasis android, nampaknya mainan tradisional berupa kendaraan roda empat dari kayu dan buatan tangan tersebut, masih menjadi
juara di hati sejumlah masyarakat di Jombang.

Muhammad Bashuni warga Dusun Subentoro, Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dengan tekatnya yang bulat tidak meninggalkan tradisi sejarah permainan balap truk pada masa kecilnya dulu, masih terus berkarya dan masih konsisten menggeluti bisnis di bidang mainan tradisional, buatan tangan.

“Awalnya hanya mencoba-coba untuk membuat mainan tradisional miniatur truk yang terbuat dari kayu dan bisa dinaiki oleh anak-anak,” kata Bashuni. Masih menurut penjelasan Bashuni, ide membuat mainan berbahan kayu ini awalnya untuk diberikan kepada anaknya, tak disangka tetangganya berminat untuk membeli, sehingga sampai hari ini, 6 tahun sudah dirinya memproduksi mainan berbahan baku kayu.

Meski demikian usaha yang dilakukan oleh Bashuni ini tidak terus berjalan mulus. Ada beberapa kendala, terutama untuk memperoleh bahan baku yang kini lumayan tinggi harganya, serta proses pengerjaan yang rumit dan harus selalu teliti yang harus dihadapinya setiap hari.

Saat disinggung berapa rata-rata karyanya terjual oleh pembeli di jalan raya yang sedang melintas, pihaknya mengatakan bahwa penjualan tiap hari dagangannya tidak menentu, jika kondisi sedang ramai, pihaknya bisa menjual sampai 6 truck dalam sehari, dengan kisaran harga mulai dari 150 ribu untuk miniatur truk biasa.
Sementara itu, Adi salah satu pembeli yang asal Gudo, mengaku senang melihat miniatur truk tersebut, karena teringat ketika dulu pada masa kecilnya, dirinya dibelikan oleh orang tuanya dan bermain truk bersama tetangganya.

“Saya ingin membelikan anak saya supaya bisa ingat bahwa mainan dahulu lebih asyik dari mainan moderen, dan miniatur ini juga bisa dinaiki layaknya mobil truk sungguhan,” papar Adi.

Ketika ditanya apa harapannya mengenai miniature mainan tradisional dari kayu tersebut, pihaknya menurturkan bahwa, jangan sampai generasi saat ini meninggalkan sejarah mainan tradisional, meskipun harganya lumayan cukup mahal, namun hasil karya atau buatan tangan itu lebih memiliki nilai kerumitan sendiri, dan ini merupakan mainan tradisioanla yang perlu dilestarikan.

Bila Anda Ingin Usaha Anda tanyang di Channel Kami, anda dapat mengirim Video tentang Usaha Anda ke email kami dedjoem@gmail.com atau bagi Anda yang mempunya Usaha di wilayah Kediri, Ngajuk, Blitar atau Tulungagung dan ingin Usaha Anda kami Liput, Anda dapat menghubungi kami di email dedjoem@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here