Pengrajin Barongan Dari Tulungagung

432
0
SHARE

Pengrajin Barongan Dari Tulungagung

Pengrajin Barongan Dari Tulungagung
Kesenian tradisional kuda lumping atau jaran kepang, sangat digemari masyarakat. Khususnya masyarakat mataraman, seperti Tulungagung, Kediri, Blitar, Trenggalek, Serta Nganjuk. Setiap kali ada pementasan, bisa dipastikan penonton mulai dari anak-anak hingga orang dewasa akan memadati arena pertunjukkan.

Salah satu pecinta kesenian kuda lumping itu adalah Sunaryo, warga desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Seni jaran kepang seakan telah menyatu pada dirinya dan keluarga. Bahkan anak bungsu Rizky Mainaki yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, telah piawai menari memainkan barongan, dengan gerakan yang luwes dan trengginas.

Berawal dari kecintaannya terhadap kesenian kuda lumping khususnya barongan, mbah Naryo mencoba membuat topeng barongan sendiri untuk dipakai bermain. Tak disangka ternyata barongan karyanya banyak diminati para pemain barongan lain. Sejak tahun 90-an, Sunaryo serius menekuni usaha pembuatan kerajinan barongan.

Untuk membuat barongan, Sunaryo memilih menggunakan kayu waru, karena ringan namun ulet dan kuat. Sebelum diukir, batangan-batangan kayu waru yang di dapat dari pedagang kayu asal Trenggalek seharga Rp 100 rupiah per satu meter. Kayu itu dibersihkan dari kulitnya, dihaluskan dengan mesin penyerut kayu, dibelah kemudian diukir sesuai dengan permintaan si pemesan.

Menurut Sunaryo, mengukir merupakan yang paling sulit karena dibutuhkan ketelatenan. Ada dua jenis barongan yang dibuat Sunaryo, yakni barongan Tulungagungan dengan ciri gigi taring keluar, dan barongan khas Kediri, dengan gigi ke dalam. Selesai diukir, barongan setengah jadi dihaluskan dan kemudian masuk tahap pengecatan.

Untuk pengecatan dipilih warna warna kuat, seperti merah, kuning, hitam dan biru, untuk memunculkan kesan garang, sesuai dengan karakter barongan, kata Sunaryo. Dalam satu bulan mbah Naryo mendapatkan pesanan 3 hingga empat barongan. dengan dibantu 4 orang pekerja, satu barongan dapat diselesaikan dalam waktu 1 minggu.

Sejak banyak grup seni tradisional jaran kepang, dan komunitas topeng barongan, menyebabkan pesanan selalu ramai. Pesanan datang tidak hanya dari pulau Jawa saja, namun juga dari Kalimantan dan Sumatera. Bahkan hingga ke mancanegara seperti Malaysia, Korea Selatan, dan New Zealand . Satu buah barongan karya Sunaryo dijual antara Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here