Selama Ramadan, Perajin Peci Sufi Banjir Pesanan

105
0
SHARE

Selama Ramadan, Perajin Peci Sufi Banjir Pesanan

Perajin peci sufi milik H. Kholil, 43, warga Kampung Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon banjir pesanan selama ramadan. Peci jenis sufi buatannya banyak mendapat pesanan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri. Jenis peci salat buatan Kholil berbeda dengan peci pada umumnya. Peci sufi buatannya lebih tinggi antara 8 hingga 21 cm.

Corak dan warnanya pun beragam. Dari mulai polos hingga motif tertentu. Kholil mengaku, karena banyaknya pemesan peci sufi untuk digunakan saat lebaran, dirinya terpaksa harus menutup pesanan karena tidak sanggup memenuhi jumlah produksi. “Setiap Ramadan jumlah pesanan selalu meningkat, sampai-sampai nggak bisa dikerjakan. Pemesanan banyak dari kota-kota besar di Indonesia, seperti Sukabumi, Bogor, Riau, Aceh, Kalimantan.

Kholil mengatakan, proses produksi peci sufi buatannya masih dibuat secara manual. Sehingga bila pemesanan peci meningkat, dia belum mampu memenuhi pesanan dengan jumlah banyak. Setiap harinya ia mampu memproduksi 8 hingga 12 peci sufi. Namun, di Ramadan seperti ini kebutuhan permintaan meningkat hingga tiga kali lipat. Biasanya, kata Kholil, pemesan peci sufi ingin dipakai di hari raya. “Kebanyakan pemesan ingin dipakai saat di hari lebaran. Karena dikerjakan lima orang, akhirnya kami kewalahan,” ungkapnya.

Dari tahun ke tahun pesanan peci sufi semakin merambah ke kota-kota besar, bahkan permintaan datang dari luar negeri seperti Turki dan Taiwan. Menurut Kholil, pangsa pangsar peci sufi cukup besar di Indonesia. Apalagi, saat ini sudah ramai penjualan melalui online. Hanya dengan memasang produk melalui akun pasar online, permintaan banyak dari berbagai daerah. “Ramadan ini tiga kali lipat pemesanannya. Jadi, sementara ini kami tutup pesanan.

Karena tidak bisa menyelesaikan semua pesanan,” katanya. Harga jual peci sufi, Kholil membandrol dengan harga sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 100 ribu. Pemesan pun bisa menyesuaikan selera ukuran, tinggi, warna, serta motif peci sufi. Usaha peci sufi, Kholil sudah menggelutinya selama 10 tahun lebih. Model dan kekhasan peci sufi buatannya tak pernah berubah.

Kekhasannya terletak pada kuncir dan bagian atasan peci. Kholil mengaku, peci buatannya adalah peci sufi khas model Indonesia. Berbeda dengan buatan Timur Tengah, peci sufi buatannya tidak rata di bagian atasnya. “Kalau buatan di timur tengah bagian atasnya rata dan ukurannya lebih tinggi,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here